Arsip untuk Arema Lambang Pemersatu Malang Raya

Arema Lambang Pemersatu Malang Raya

Posted in berita olahraga with tags on Januari 7, 2010 by khoirul14

Arema Lambang Pemersatu Malang Raya

Selasa, 11 Agustus 2009 10:25:58 WIB

Malang (beritajatim.com) – Pada 11 Agustus, 22 tahun lalu merupakan hari lahirnya Arema Malang di era Galatama (Liga Utama) yaitu kasta persepakbolaan semi profesional.

Saat itu, keberanian Lucky Acub Zaenal untuk membidani lahirnya klub sepak bola semi pro di kota Malang seperti halnya Surabaya yang memiliki Niac Mitra, Sidoarjo sebagai home base Warna Agung serta Jakarta yang memiliki Pelita Jaya.

Pengaruh Arema saat itu sebagai pendatang baru, sangat dipertimbangkan oleh dunia persepakbolaan Indonesia. Beberapa pemain bintang yang terkena hukuman, saat itu masuk dalam tim berlogo Singa sesuai dengan bintang kelahirannya yaitu Leo seperti Jamrawi, penjaga gawang nasional, Doni Latuparisa serta pemain-pemain nasional lainnya yang sangat disegani oleh lawan-lawannya.

Arema yang sebelumnya bernama Armada yang kemudian berganti Arema 86 yang dikomandani pak Derek, merubah nama menjadi Arema FC berkat masukan tokoh masyarakat Malang, termasuk mantan Walikota Malang yang karismatik, Ebes Soegijono yang juga mantan Wakil Gubernur Irian Jaya, Acub Zaenal yang saat itu sebagai Ketua Liga Sepak Bola Utama atau Galatama.

Berkat menggunakan nama tersebut Arema mampu mengalahkan nama Persema yang saat itu di divisi utama kompetisi perserikatan. “Nama Arema memang marketable, sebab nama Arema aslinya merupakan sebutan Arek Malang yang ada di Jakarta atau luar Malang. Arema adalah kultur masyarakat Malang. Yaitu teguh dalam prinsip, berani bertanggung jawab, terbuka dan mempunyai persaudaraan yang kuat,” ujat Lucky Acub Zainal suatu ketika pada Panca Rakhmad Pamungkas, reporter beritajatim.com.

Bahkan Arema FC mampu mempersatukan masyarakat Malang yang saat itu didominasi oleh gank antar kampung seperti Inggris sebutan gank dari Sukun. Arpol (Gank daerah Polehan), arek Mergosono daerah yang terkenal dengan kawasan hitam saat itu. “Dengan Arema FC, gank-gank tersebut terkikis perlahan, mereka tidak ada friksi lagi namun mereka menjadi saling kenal dan bahu membahu untuk mendukung Arema FC. Ini adalah efek domino dari persepakbolaan yang menggunakan nama daerah,” tutur Lucky Acub Zaenal.

Dijelaskannya, gank-gank kecil daerah saat itu, setiap malam di Alun-alun Kota Malang selalu berkelahi entah itu dipicu masalah kecil atau dendam antar gank. “Kini semua terkikis oleh kekuatan Arema. Saya tidak menyangka itu bisa terjadi. Alhamdulillah ini adalah sebuah prestasi di luar bola yang tidak bisa kita duga. Bola atau olahraga adalah bahasa universal yang harus dijaga,” paparnya.

Bahkan dari Arema muncul istilah-istilah yang luar biasa bagi perdamaian yang� diciptakan dari sosok Master of Cerimony (MC) Arema yaitu Ovan Tobing yang saat itu menjadi penyiar radio Senaputra. Seperti ‘Salam Satu Jiwa’, istilah tersebut muncul secara spontan dan membawa benih-benih perdamaian di bumi Arema (Malang). “Kita tidak bisa memungkiri istilah-istilah yang dikeluarkan oleh bang Ovan Tobing membuat kita menjadi damai. Dia memang seorang orator yang besar termasuk dalam MC musik rock saat itu. Ketika Ovan Tobing menjadi MC tidak akan pernah ada perkelahian didalam maupun di luar gedung pertunjukan,” kata Lucky, anak toko sepak bola nasional Acub Zaenal.

Selain itu, Arema FC mampu menjadi ikon baru bagi kota kecil seperti Malang saat itu. “Memang Malang saat itu sudah terkenal sebagai kota pendidikan dan wisata. Namun dengan Arema FC, Malang Raya lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Ini terjadi saat kita tour luar Jawa, Malang itu dimana? kita menerangkan dan akhirnya mereka tahu Malang itu Jawa Timur. Mereka hanya mengerti Jawa Timur adalah Surabaya,” urai Lucky mengenang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.